Archive for 15 April 2012

Kembarannya Stadion Gelora Bung Karno

Posted in Olahraga indonesia on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Stadion Gelora Bung Karno

 

Ini nih kembarannya….
Stadion Luzhniki

 

Stadion Utama Gelora Bung Karno dibuka pada 1962. Stadion dengan kapasitas sekitar 88 ribu penonton ini punya riwayat ‘politik’ cukup unik.

Pada tahun 1956 Bung Karno melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Sovyet. Indonesia ketika itu memang relatif dekat dengan negara-negara Blok Timur. Bung Karno sempat berpidato di Stadion Luzhniki, Moskow, di hadapan ratusan ribu warga Moskow.Sovyet, kata Bung Karno saat itu adalah, “Saudara yang jauh di mata tapi dekat di hati.”

Pulang dari Sovyet, Bung Karno berkeinginan membangun stadion serupa dengan Luzhniki. Maka dirancanglah stadion ini. Anggaran pembangunannya pun merupakan utang dari Sovyet sebesar 12,5 juta dolar AS yang baru dikucurkan tahun 1958. Kantor berita Rusia, RIA Novosti, dalam artikelnya mengklaim kalau pembangunan Stadion Buang Karno juga melibatkan arsitek Sovyet dan tukang-tukang bangunan dari Sovyet.

Lepas dari Orde Lama, nama stadion ini diubah menjadi Stadion Senayan. Salah satu tujuannya adalah untuk menghilangkan ‘bau-bau’ Soekarno. Nama Bung Karno akhirnya ‘dikembalikan’ pada reformasi melalui keputusan presiden.

Advertisements

Sejarah Universitas Nasional (UNAS) Jakarta

Posted in Kampus on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Sejarah Universitas Nasional (UNAS) Jakarta

Universitas Nasional (UNAS) Jakarta

universitas nasional

Universitas Nasional
Logo Universitas Nasional
Didirikan 15 Oktober 1949
Jenis Universitas swasta
Lokasi Jl.Sawo Manila, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta 12520
Telepon +62-021-7806700
Warna Hijau
Julukan Universitas Perjuangan
Situs web www.unas.ac.id

Universitas Nasional (disingkat Unas) adalah perguruan tinggi swasta tertua di Jakarta dan merupakan perguruan tinggi kedua tertua di Indonesia.

Sejarah

Unas didirikan pada 15 Oktober 1949 atas prakarsa cendikiawan terkemuka saat itu yang berhimpun dalam Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK). Para pendiri Unas meliputi: Mr. Sutan Takdir Alisjahbana, R. Teguh Suhardho Sastrosoewignjo, Mr. Soedjono Hardjosoediro, Prof. Sarwono Prawirohardjo, Mr. Prajitno Soewondo, Hazil, Kwari Kartabrata, Prof. Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, R. M. Soebagio, Ny. Noegroho, Drs. Adam Bachtiar, Dr. Bahder Djohan, Dr. Leimena, Ir. Abd Karim, Prof. Dr. Soetomo Tjokronegoro, Mr. Ali Budiharjo, Poerwodarminta, Mr. Soetikno, Ir. TH. A. Resink, Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Noegroho, Soejatmiko, H. B. Jassin, Mochtar Avin, L. Damais, M. Akbar Djoehana, Nona Boediardjo, dan Nona Roekmini Singgih.

Usaha yang awalnya dirintis para pendiri Unas/anggota PMIK pada tahun 1946 adalah mengadakan kursus-kursus meliputi bidang:

Kursus-kursus yang dipimpin oleh Drs. Adam Bachtiar tersebut dimaksud untuk memberi dasar pemahaman terhadap Ilmu Pengetahuan bagi setiap warga negara dalam tanggung jawabnya mengisi kemerdekaan. PMIK lalu membuka SMA sore bagi para pelajar yang bekerja di waktu pagi untuk melanjutkan pengetahuan dan mendapatkan kemajuan pada tahun yang sama.

Pelayanan PMIK kemudian dikembangkan pada perguruan tinggi Akademi Nasional. Para lulusan SMA yang tidak ingin masuk ke universitas milik Belanda saat itu, Universiteit van Indonesia (kini Universitas Indonesia), sangat antusias mendaftarkan diri pada Akademi Nasional yang menjadi cikal bakal Universitas Nasional. Perkuliahan pertama yang diadakan di kampus Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada 15 Oktober 1949, menjadi momentum historis yang diperingati sebagai hari kelahiran Universitas Nasional.

Dipilihnya nama akademi dan bukan universitas pada saat itu semata-mata untuk menghindari peraturan kolonial di Jakarta yang tidak mengizinkan dibukanya perguruan tinggi berbentuk Universitas oleh kalangan bumiputera. Akademi Nasional pada awalnya membawahi 5 (lima) fakultas, meliputi:

Foto gedung Universitas Nasional.

Meskipun berstatus swasta, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta telah memberikan pengakuan dan persamaan penuh kepada Akademi Nasional dengan surat No. 548/ S pada 22 Desember 1949. Perkembangan legalisasi selanjutnya, melalui Notaris Mr. R. Soewandi, Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan berubah menjadi Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) pada 1 September 1954 dan Akademi Nasional selanjutnya mengukuhkan namanya sebagai Universitas Nasional.

Tidak hanya dalam lingkup pendidikan, Sivitas Akademika Universitas Nasional pada awalnya juga terlibat aktif sebagai garda terdepan perjuangan menentang kolonial Belanda di Jakarta. Atas dedikasi itu juga maka pada saat merayakan lustrum Universitas Nasional yang kedua, 15 Oktober 1959, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno, menganugrahkan gelar “Universitas Perjuangan”.

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, Unas terus berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan dengan membuka program studi maupun fakultas baru. Sementara untuk pembukaan program Diploma, YMIK berkonsentrasi dengan membuka Akademi Bahasa Asing (ABA) Nasional (1970), Akademi Akuntansi Nasional (1974), serta Akademi Tourisme dan Perhotelan Nasional (sekarang Akademi Pariwisata Nasional). Hingga saat ini, Unas dan Akademi-akademi Nasional telah membuka 32 program studi pada tingkat Pascasarjana, Sarjana dan Diploma yang akan terus dikembangkan lagi.

Pengembangan juga dilakukan melalui pembentukan unit-unit kelembagaan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, publikasi, dan kebudayaan, yang berinduk pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Lembaga tersebut bertujuan: “Melakukan pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi dan seni melalui kegiatan penelitian. Mengamalkan ilmu, teknologi, dan seni melalui peningkatan relevansi program Universitas dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.”

Menghadapi laju globalisasi, Unas menyadari bahwa untuk memperkuat daya saing, kerjasama dengan lembaga terkemuka di dalam negeri dan mancanegara terus digencarkan. Kerjasama ini bermanfaat dalam pertukaran informasi; pengembangan program bersama dalam pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat hingga konservasi alam; transfer/alih teknologi, pertukaran dosen dan mahasiswa serta beasiswa.

Melalui proses perkuliahan yang dinamis, para mahasiswa didorong aktif memanfaatkan teknologi informasi melalui berbagai media, aktif berdiskusi dan bekerjasama dengan tim, aktif mempresentasikan gagasan, serta kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah (problem solving). Melalui proses perkuliahan yang diimbangi kecerdasan mental dan spiritual, mahasiswa Unas diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan pornografi.

Lambang

Lambang Universitas Nasional berupa Tugu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, dengan bintang segilima diatasnya yang dilingkari oleh pita merah putih dan diatas perisai berwarna hijau dengan pengertian :

  • Tugu : melambangkan puncak perjuangan bangsa Indonenesia
  • Bintang segilima : melambangkan asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Lingkaran merah putih, melambangkan bendera Nasional.
  • Perisai, melambangkan benteng, untuk memberikan kesempatan belajar kepada pemuda-pemuda Republik yang tidak mau masuk ke sekolah-sekolah Belanda pada waktu revolusi phisik.
  • Dasar Hijau, melambangkan perkembangan ilmu sepanjang zaman dan masa

Visi dan Misi

Visi Universitas Nasional

Menjadikan Universitas Nasional sebagai lembaga pendidikan yang dinamis dan progressif dalam menegakkan kebenaran dengan komitmen pada pembangunan nasional secara bertanggungjawab.

Misi Universitas Nasional

Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam rangka terbinanya sumber daya manusia yang berjiwa kepeloporan dalam pengembangan ilmu dan kebudayaan yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia yang beradab dan sejahtera.

Fakultas

Pasca Sarjana

  • Magister Ilmu Politik
  • Magister Ilmu Manajemen
  • Magister Ilmu Hukum
  • Magister Ilmu Administrasi Publik

Strata Satu

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Bahasa dan Sastra
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Teknik dan Sains
  • Fakultas Biologi
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika
  • Fakultas Ilmu Kesehatan

Akademi

  • Akademi Akuntansi Nasional
  • Akademi Bahasa Asing Nasional
  • Akademi Pariwisata Nasional

Perintis

  1. Prof. Mr. Sutan Takdir Alisjahbana
  2. Mr. R. Teguh Suhardho Sastrosuwignjo
  3. Prof. Sarwono Prawirohardjo
  4. Mr. Prajitno Soewondo
  5. Hazil
  6. Kwari Katjabrata
  7. Dr. Djoehana
  8. R.M. Soebagio
  9. Mr. Adam Bachtiar
  10. Ny. Noegroho
  11. Drs. Adam Bachtiar
  12. Dr. Bahder Djohan
  13. Dr. Leimena
  14. Ir. Abd. Karim
  15. Prof. Dr. Soetopo Tjokronegoro
  16. Mr. Ali Budihardjo
  17. Poerwodarminta
  18. Mr. Soetikno
  19. Jr. TH. A. Resink
  20. DR. Soemitro Djojohadikusumo
  21. Noegroho
  22. Soedjatmiko
  23. H.B. jassin
  24. Mochtar Avin
  25. L. Damais
  26. A. Djoehana
  27. Nona Boediardjo
  28. Nona Roekmini Singgih

Alumni

Puluhan ribu alumni Unas telah tersebar pada beragam profesi. Sebagian alumni bahkan mencatat prestasi yang membanggakan almamater dengan reputasi nasional serta internasional. Mereka tersebar pada beragam profesi seperti pakar ilmu pengetahuan, anggota DPR/DPRD/DPD, menteri, duta besar, pejabat pemerintahan, pakar lingkungan, teknokrat, pengacara, hakim, profesional bisnis, wirausahawan, sastrawan, budayawan, artis hingga rohaniawan.

Sistem pendidikan Unas terbukti telah menghasilkan alumni yang berdaya saing tinggi, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan globalisasi dengan karya nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Catatan kaki

  1. ^ Profil UNAS, di situs resminya.

Lihat pula

Pranala luar

5 Macam Olahraga Terpopuler di Asia

Posted in Olahraga indonesia on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Olahraga Terpopuler di Asia

Asia adalah benua yang memiliki populasi terbesar di dunia. Adalah hal yang wajar jika penduduk di Asia menggemari beragam jenis olahraga. Ada beberapa alasan mengapa mereka menggemari satu atau lebih olahraga. Berikut adalah 5 olahraga paling populer di benua Asia:

1. Sepakbola
Sepakbola
Di urutan pertama olahraga yang paling populer di Asia adalah sepakbola. Hampir seluruh orang di Asia sangat menggemari sepakbola, terutama pada tim-tim yang berasal dari Eropa. Tak salah jika dalam beberapa tahun belakangan, Asia menjadi tujuan utama tur klub-klub besar Eropa saat persiapan pra musim.
2. Kriket
Kriket
Kriket adalah olahraga berikutnya yang sangat populer di Asia. Saat pertama kali dikenalkan oleh kolonial Inggris di Asia, olahraga yang dimainkan sebelah pemain ini menjadi sangat populer di negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan dan Sri Lanka.
3. Tenis meja
Tenis meja
Tenis meja adalah olahraga yang sangat populer di Asia. Di beberapa negara seperti China, Korea Selatan dan Vietnam olahraga ini menjadi prioritas utama. Tak heran jika kita melihat deretan nama juara dunia tenis meja biasanya berasal dari Asia, khususnya China.
4. Senam (Gymnastics)
Gymnastics
Gymnastic atau yang biasa disebut senam lantai di Indonesia, adalah olahraga yang sangat populer di Asia. Di Asia, khususnya China, keterampilan senam sudah sangat populer sebelum adanya pertandingan resmi olahraga senam itu sendiri. Dalam beberapa pertunjukan seni dari negeri Tirai Bambu, dapat kita lihat unsur gerakan senam (gymnastic) menjadi hal yang utama. Olahraga senam sendiri sangat populer di negara China, Korea Utara, Korea Selatan dan beberapa negara Asia lainnya.
5. Seni Bela Diri
Seni Bela Diri

Yang terakhir, tentunya seni bela diri. Di Asia, banyak terdapat aliran seni bela diri. Hampir semua kawasan di Asia dibekali keterampilan unik dalam hal bela diri. Kita mengenal Kungfu dari China, Karate dari Jepang, Taekwondo dari Korea, Muay Thai dari Thailand hingga Silat dari Indonesia. Di Asia sendiri ada beberapa turnamen yang mempertemukan semua aliran seni bela diri. Turnamen-turnamen ini biasanya diadakan di Jepang dan China

Ciri-Ciri Manusia Indonesia

Posted in budaya indonesia on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” mennyebutkan beberapa ciri manusia Indonesia antara lain:

1. Hipokritis alias munafik. ((halaman 23))
Berpura-pura, lain di muka – lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.

2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya. ((halaman 26))
“Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya.

3. Berjiwa feodal ((halaman 28)).
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.

4. Masih percaya takhyul ((halaman 32))
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua.
Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.

5. Artistik ((halaman 38))
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinyam warna-warninya.

6. Watak yang lemah ((halaman 39))
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.

7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal” ((halaman 41)). Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.

8. Lebih suka tidak bekerja keras ((halaman 41)), kecuali kalau terpaksa. Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.

9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu ((halaman 42)) tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.

10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.

11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok ((halaman 43)). Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.

12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru. Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.

Rendang, Hidangan Terlezat di Dunia

Posted in Kuliner indonesia on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Cita rasa rendang yang kaya membuatnya disukai siapa saja.

KOMPAS.com — Nasi goreng selalu disebut-sebut sebagai makanan khas Indonesia yang paling populer di dunia. Tetapi, siapa sangka, nasi goreng ternyata masih kalah populer dari hidangan khas Indonesia lainnya, yaitu rendang. Makanan khas Sumatera Barat ini bahkan menempati peringkat pertama dari 50 makanan yang dinilai paling lezat di dunia.

Fakta ini diperoleh setelah situs CNNGo.com merilis daftar 50 makanan terlezat di dunia (World’s 50 Most Delicious Foods) pada Juli lalu, dan meminta pembaca untuk memberikan voting di Facebook. Hasil dari pemungutan suara tersebut menghasilkan 10 makanan terlezat di dunia, yang urutannya adalah sebagai berikut:

1. Rendang, Indonesia
Makanan ini menggunakan bahan dasar santan dan daging sapi, yang direbus perlahan dengan campuran bumbu serai, lengkuas, bawang putih, kunyit, jahe, dan cabai. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Rendang biasa ditemukan di rumah makan Minang dan sering kali disajikan dalam acara-acara seremonial.

2. Nasi goreng, Indonesia
Dari mana sebenarnya asal nasi goreng? Indonesia, China, atau Thailand? Entahlah, yang pasti nasi goreng Indonesia-lah yang menempati urutan kedua pada daftar ini. Sedangkan nasi goreng Thailand ada di urutan ke-24. Pada dasarnya, nasi goreng terdiri atas nasi, telur, dan suwiran ayam goreng. Makanan ini sangat mudah diolah, tidak heran bila di Indonesia ada beragam jenis hidangan nasi goreng.

3. Sushi, Jepang
Bagaimana Jepang mengolah ikan dan nasi menjadi begitu lezat, itulah yang membuat sushi menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat dunia. Ikan mentah tak kehilangan kesegarannya, dan ketika dikombinasikan dengan sayuran seperti mentimun, rasanya memang menyatu sempurna di lidah. Tak hanya lezat, sushi juga kerap dirangkai dengan begitu artistik sehingga mudah menggugah selera siapa saja.

4. Tom yam goong, Thailand
Sup yang segar ini menggunakan bahan udang, jamur, tomat, serai, lengkuas, dan daun jeruk purut. Rasanya yang asam, asin, pedas, dan manis memang membuatnya disukai banyak orang. Udang memang merupakan bahan yang paling sering digunakan, tetapi ada juga tom yam yang memakai ayam, ikan, dan campuran makanan laut lainnya.

5. Pad thai, Thailand
Anda yang kurang begitu menggemari makanan Thailand pun pasti akan menyukai hidangan yang satu ini. Mirip dengan Bulgogi, makanan Korea yang menempati urutan ke-23, pad thai merupakan hidangan kaya nutrisi yang disatukan menjadi satu sajian mi goreng yang mewah. Rahasianya ada pada sausnya, yang merupakan adonan asam jawa.

6. Som tam, Thailand
Som tam adalah salad Thailand yang menggunakan bahan utama pepaya. Untuk membuat salad ini, Anda perlu menyiapkan bahan lain seperti bawang putih dan cabai yang ditumbuk dengan lumpang dan ulekan. Kemudian air asam jawa, saus ikan, kacang, udang kering, tomat, air jeruk, adonan tebu, kacang buncis, dan segenggam parutan pepaya hijau.

7. Dim sum, Hongkong
Kunjungan ke Hongkong tak akan lengkap tanpa mencicipi hidangan makan siang tradisional dari Canton ini. Dim sum menjadi populer karena bisa dinikmati oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, orang tua, masyarakat lokal, hingga turis. Bentuknya yang kecil bisa dimakan dalam sekali suap dan, karenanya, membuat orang tak akan pernah puas menyantap satu porsi saja.

8. Ramen, Jepang
Konon, orang Jepang mengatakan, semakin lezat ramen atau hidangan mi yang Anda nikmati, Anda harus menyeruput kuah kaldunya dengan lebih keras untuk menghormati juru masaknya. Ada berbagai macam cita rasa ramen, mulai dari tekstur mi-nya, topping-nya, bumbu-bumbu, dan terutama kaldunya. Hanya dari kuah kaldunya kita bisa menilai betapa “jenius” sang juru masak.

9. Peking duck, China
Bebek peking adalah hidangan otentik Shanghai, dan boleh dibilang merupakan makanan China yang paling populer dan menjadi favorit di segala tempat. Bebek dipanggang perlahan di dalam oven sehingga menghasilkan daging yang empuk dan kulit yang renyah. Begitu kaya cita rasa kulitnya sehingga banyak rumah makan menyajikan lebih banyak kulit daripada dagingnya. Bahkan, ada sajian khusus berupa crepe isi kulit bebek peking, daun bawang, dan saus hoisin yang manis.

10. Massaman curry, Thailand
Hidangan kari yang pedas, bersantan, manis, dan gurih. Biasanya menggunakan daging sapi, tetapi sering juga memakai ayam, bebek, atau tahu. Selain itu, masakan ini berisi kacang panggang, kentang, yang dimasak dengan daun salam, saus ikan, kayu manis, kapulaga, gula aren, adas, dan saus asam jawa, serta berbagai rempah dari Indonesia, seperti kunyit, cengkih, jintan, dan pala.

Sumber: CNNGo

Implementasi ‘Go Green’ Sekarang Juga

Posted in Kesehatan on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Go Green

Apa yang harus kita lakukan SEKARANG untuk mendukung program GO-GREEN (Reuse, Recycle, Reduce) yang dapat menyelamatkan BUMI kita tercinta?

1. Di Rumah

  • Gunakan Lampu secukupnya, matikan yg tidak perlu, gunakan lampu hemat energi (Neon) atau Lampu LED.
  • Mandilah menggunakan shower. Karena dengan menggunakan shower lebih sedikit menggunakan air dibandingkan dengan mandi menggunakan gayung.
  • Pakaian dalam tidak perlu di setrika, kecuali bila sangat memerlukannya, biar hemat listrik.
  • Lebih baik anda berdiam diri di rumah bersama keluarga, dari pada anda pergi ke luar rumah dengan tujuan yang tidak jelas.

2. Transportasi

  • Jangan menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum tetap solusi yang terbaik.
  • Bila menggunakan kendaraan pribadi, pastikan ban kendaraan anda cukup angin.
  • Bila menggunakan mobil, jangan menggunakan AC (kecuali memang memerlukan)
  • Jangan suka menggeber kendaraan anda serta injaklah gas dan rem secara perlahan
  • Service-lah kendaraan anda secara teratur, agar mesin kendaraaan tetap efisien dalam menggunakan bahan bakar.
  • Beli kendaraan yang irit BBM

3. Belanja

  • Bila berbelanja jangan menggunakan kantong plastik (bawa kantong sendiri dari rumah).
  • Setiap transaksi atau belanja, struk tidak perlu dicetak (kecuali memang memerlukannya).
  • Belilah barang produksi Indonesia atau produk lokal. Karena semakin jauh asal dari barang tersebut, maka semakin banyak energi yang diperlukan untuk transportasi barang tersabut.
  • Kurangi belanja, maksimalkan masa pakai barang yang sudah kita punya.
  • Jangan mengambil brosur dari suatu produk atau jasa. Setelah membaca suatu brosur, sebaiknya kembalikan ke tempat semula, kecuali memang anda memerlukan brosur tersebut.

© 2009 Kompas

Gelanggang Olahraga Bung Karno

Posted in Olahraga indonesia on 15 April 2012 by @rizkyteguhh

Gelora Bung Karno
Gelora Senayan
Lokasi Jakarta Pusat, Indonesia
Mulai pembangunan 8 Februari 1960
Dibuat 8 Februari 1960
Dibuka 24 Agustus 1962
Direnovasi 24 Juli 1962
Diperbesar 17 Agustus 1962
Pemilik Sekretariat Negara R.I
Operator Sekretariat Negara R.I Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK)
Permukaan Rumput
Biaya pembuatan $12,500,000
Kapasitas 88,306

Gelora Bung Karno saat Asian Cup 2007

Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno adalah sebuah kompleks olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta, Indonesia. Kompleks olahraga ini dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini. Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama kompleks olahraga ini diubah menjadi Gelora Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001[1].

Gedung olahraga ini dibangun mulai sejak pada tanggal 8 Februari 1960 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games 1962 mulai buka diresmikan sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 yang diadakan di Jakarta.

Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.

Latar belakang

Selain sebagai tempat berolahraga, kawasan Gelora Bung Karno oleh berbagai kelompok masyarakat sering dimanfaatkan sebagai ajang temu. Selain itu pada awal tujuan dibangunnya stadion ini, Presiden Soekarno juga menginginkan kompleks olahraga yang dibangun untuk Asian Games IV 1962 ini juga hendaknya dijadikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul. Sebuah konstruksi khusus yang dibangun adalah atap baja besar yang membentuk cincin raksasa dan melindungi para penonton dari hujan dan panas, yang disebut oleh Bung Karno sebagai “Temu Gelang”.

Fase pembangunan

Sebelum Asian Games 1962

Pembangunan Stadion Senayan 1961

Sesudah Asian Games 1962

Era Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS)

Pada era Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan ini, terjadi banyak penyimpangan sehingga kawasan Gelora Bung Karno yang semula luasnya 279,1 hektare ini telah menyusut hingga tinggal 136,84 hektare (49%) saja.

Dari jumlah yang 51% itu, 67,52 hektare (24,2% dari luas semula) digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah seperti Gedung MPR/DPR, Kantor Departemen Kehutanan, Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Gedung TVRI, Graha Pemuda, kantor Kelurahan Gelora, SMU Negeri 24, Puskesmas, gudang Depdiknas dan rumah makan.

Sisanya yang 26,7% atau 74,74 hektare disewakan atau dijual untuk berbagai bangunan seperti misalnya kepada Hotel Hilton, kompleks perdagangan Ratu Plaza, Hotel Mulia, Hotel Atlet Century Park (dahulu Wisma Atlet Senayan), Taman Ria Remaja Senayan, Wisma Fairbanks, Plaza Senayan dan berbagai bangunan komersial lainnya.

Era Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK)

Pada masa BPGBK ini dua buah bangunan di kompleks Stadion Gelora Bung Karno akan dirubuhkan. Kedua bangunan tersebut adalah Wisma Fairbanks dan Gedung Serba Guna di belakang hotel Century. Semula Wisma Fairbanks diharapkan akan memberikan keuntungan kepada pihak BPGBK, setelah perjanjian pembangunan dan penguasaan wisma tersebut selama 30 tahun berakhir. Setelah dikembalikan, menurut pihak BPGBK bangunan itu tidak lagi memenuhi syarat huni. Menurut rencana, sebagai gantinya akan dibangun sebuah apartemen dan perkantoran, dengan 200 kamar yang akan disediakan untuk atlet.

Daftar Bangunan di Area Gelanggang Olahraga Bung Karno

%d bloggers like this: